Bawang Putih
(Amum sativum, Linn.)
Famili:
Liliaceae
Deskripsi tanaman:
Bawang putih tumbuh secara berumpun dan berdiri tegak sampai setinggi 30-75 m, mémpunyai batang semu yang terbentuk dari pelepah-pelepah daun. Helaian daunnya mirip pita, berbentuk pipih dan memanjang. Akarnya terdiri dari serabut-serabut kecil yang berjumlah banyak. Setiap umbi bawang putih terdiri dari sejumlah anak bawang (siung) yang masing-masing terbungkus kulit tipis berwarna putih. Varietas bawang putih yang cocok di dataran rendah antara lain: varietas Lumbu Putih, varietas Jati Barang, varietas Bogor dan varietas Sanur. Sedang varietas lumbu Hijau cocok untuk dataran tinggi, varietas Lumbu Kuning masih toleran dengan dataran medium.
Nama lokal:
Garlic (lnggris), bawang putih (Indonesia), bawang (Jawa), bawang bodas (Sunda), bawang handak (Lampung), kasuna (Bali), lasuna pute (Bugis), bhabang pote (Madura), bawa bodudo (Ternate), kalfeo foleu (Timor). Nama simplesia: Allii bulbus.
Habitat:
Tanaman ini semula merupakan tumbuhan daerah dataran tinggi yang cukup mendapat sinar matahari. Sekarang, di Indonesia, jenis tertentu dibudidayakan di dataran rendah. Bawang putih berkembang baik pada ketinggian tanah berkisar 200-250 m dpl.
Bagian tanaman yang digunakan:
Umbi lapis
Kandungan kimia:
Komponen bioaktif yang terdapat pada bawang putih-senyawa sulfida adalah senyawa yang banyak jumlahnya. Senyawa-senyawa tersebut antara lain adalah dialil sulfida atau dalam bentuk teroksidasi disebut dengan alisin. Sama seperti senyawa fenolik Iainnya, alisin mempunyai fungsi fisiologis yang sangat luas, termasuk di antaranya adalah antioksidan, antikanker, antitrombotik, antiradang, penurunan tekanan darah, dan dapat menurunkan kolesterol darah. Data epidemiologis juga menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara konsumsi bawang putih dengan penurunan penyakit kardiovaskuler, seperti aterosklerosis (penumpukan lemak) dan jantung koroner.
Manfaat:
Bawang putih mempunyai khasiat hipolipidemik dan antitrombotik.
Cara pemakaian:
Untuk menurunkan kadar kolesterol, gunakan 1-2 siung bawang putih, diiris tipis-tipis atau dipipiskan dan dibuat bulatan kecil. Lalu ditelan. Lakukan 2 kali sehari. Atau gunakan 2-3 siung bawang putih dihaluskan, diseduh dengan 150 cc air panas, lalu diminum.
Tanaman bawang putih tumbuh secara berumpun dan berbatang semu yang terbentuk dari pelepah daun. Dalam bawang putih mengandung komponen bioaktif (senyawa sulfida) yang banyak jumlahnya.
Siung bawang putih yang diiris tipis-tipis atau yang dihaluskan dapat digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

0 Response to "Bawang Putih Sebagai Penurun Kolesterol dan Jantung"
Posting Komentar